Kamis, 01 Mei 2008

mayday????

Mayday... tanggal 1 mei yang diperingati sebagai hari buruh.
itu sepenggal kalimat yang saya tahu.
isi berita hari ini di televisi Indonesia (1 mei 2008), bahwa buruh-buruh di beberapa daerah di Indonesia akan melakukan demo dan unjuk rasa. seperti di jakarta, depok, bekasi tak ketinggalan juga makassar.
wah.. kata-kata demo itu membuat bulu kuduk saya berdiri.
keramaian yang identik dengan kekerasan.
orang-orang pada tumpah ruah ke jalan dengan tujuan ingin aspirasinya didengar oleh para pejabat. yang ahirnya yang dengarkan ya masyarakat juga...he he..
demo kian identik setelah kisaran tahun 1998, saya sendiri waktu jaman skolah dulu, juga pernah ikut demo...tidak menyenangkan.. (buat saya).
aksi yang dilakukan selama demo sepanjang yang saya lihat adalah berkata-kata dengan keras, teriak, cenderung kasar dan banyak kata-kata yang tidak layak untuk didengar kuping ini. belum lagi, kadang-kadang para pendemo membawa ban bekas, kemudian dibakar di lokasi demo. hayooo.. kalo sudah sepeti itu, bukannya malah akan menimbulkan polusi, wah.. kok malah memberikan contoh yang ga baik ya..
belum lagi... biasanya nih, banyak sampah yang ditinggalkan setelah demo.. siapa yang kudu bersihkan ya.. kalo dtinggal begitu saja???
kalo dirunut, demo itu merupakan penyampaian aspirasi yang tidak pernah terdengarkan selama ini.
seandainya, suara-suara dari sekitar itu didengarkan, aspirasi yang disampaikan itu ada tindak lanjutnya, dan pehamaman antara yang satu dengan yang lainnya itu ada, sepertinya, ga perlu ada demo segala sebagai media aspirasi (arus bawah dalam hal ini).
tapi.. apa bener istilah atas dan bawah itu???
ya, dalam beberapa hal, memang ada status atas dan bawah... satutus itu yang ciptakan ya kita juga, status duniawi yang terkadang tidak manusiawi... kok jadi ngelantur jadi upper dan lower sih....
ya.ya.. kembali ke demo. demo itu sendiri memang ungkapan kaum lower sih...
dimana ide-ide itu memang ditujukan kepada sang upper.
tapi sampaikan menyampaikan aspirasi itu harus dengan demo ya...
demo itu melelahkan.. butuh waktu, tenaga dan pikiran... juga dana
apakah demo itu sia-sia??? tergantung darimana kita melihatnya...
semoga, kita selalu dapat melihat hikmah dari sekitar kita, amin.

Tidak ada komentar: